1.Pendahuluan
Kawasan Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya mempunyai potensi bahari dan biota laut yang perlu dilindungi dan dapat dikembangkan untuk pemanfaatan wisata bahari. Potensi yang dimiliki Pulau Pieh antara lain hamparan terumbu karang, topografi bawah laut yang unik, ikan karang, penyu, mangrove, biota lainnya pantai pasir putih dan air laut yang bening.
Keunikan lainnya dari Pulau Pieh yaitu daerah daratan di tengah pulau yang berupa lahan rawa yang langsung berhubungan dengan laut, dimana ketinggian air yang terdapat di rawa-rawa ini sangat dipengaruhi oleh pasang surut. Daerah ini dapat dikembangkan sebagai aquarium alam yang sangat menarik bagi wisatawan.
Berdasarkan kondisi di atas Kawasan Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya telah ditunjuk oleh Menteri Kehutanan dan perkebunan RI sebagai Kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) berdasarkan Surat Keputusan No. 070/Kpts-II/2000 tanggal 28 Maret 2000 dengan luas kawasan 39.900 hektar. Penentuan status TWAL tersebut berdasarkan kriteria penentuan kawasan konservasi laut yang memiliki keanekaragaman biota laut dan lingkungan yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai objek wisata.
2. Keadaan Umum Kawasan
2.1. Letak, Luas dan Batas Kawasan
Secara geografis Pulau Pieh berada pada posisi 100005’71” S dengan jarak dari daratan Kabupaten Padang Pariaman ± 17 mil, dengan luas ± 4,5 Ha.. Secara administrasi Pemerintahan Pulau Pieh dan Perairan Sekitarnya ini termasuk ke dalam Kabupaten Padang Pariaman dengan batas-batas kawasan sebagai berikut :
•Sebelah Utara Perbatasan dengan Samudera Indonesia.
•Sebelah Selatan dengan Samudera Indonesia.
•Sebelah Barat dengan samudera Indonesia dan
•Sebelah Timur dengan daratan Sumatera.
2.2. Topografi dan Oseanografi
Topografi Pulau Pieh dan Pulau Bando adalah datar dengan ketinggian hampir sejajar dengan permukaan laut. Pada bagian tengah Pulau Pieh agak rendah berupa rawa yang airnya sangat tergantung pasang surut laut.
Topografi pantai dengan pulau ini umumnya datar dan berpasir putih; dengan kedalaman perairan pantai 1 – 3 meter pada batas 70 meter. Rataan terumbu di sekeliling Pulau Pieh dari Timur-Selatan berbentuk drop 700-900. Antara Timur-Selatan terdapat drop yang diperkirakan sudut kemiringannya 1000 (wall) hal mana merupakan keunikan tersendiri dari Pulau Pieh.
Salinitas perairan Pulau Pieh berkisar antara 33-34%, suhu perairan berkisar antara 28-320C. Kondisi Salinitas dan suhu tersebut cukup bagus bagi pertumbuhan terumbu karang.
Angin dan gelombang di perairan Padang Pariaman sangat dipengaruhi oleh angin dari Samudera Hindia dengan ketinggian gelombang maksimum 3 meter yang terjadi pada bulan Juli dan Desember. Secara umum pola sirkulasi air diperairan pantai Kabupaten Padang Pariaman bergerak dari arah utara-barat laut kearah tenggara, sejajar dengan Orientasi pantai. Pola ini hampir berlangsung tetap sepanjang tahun, kecuali pada bulan Agustus arus bergerak kearah sebaliknya.
2.3. Kualitas Air
Perubahan kualitas perairan lebih banyak disebabkan oleh musim/iklim. Fluktuasi sering terjadi pada peralihan musim, baik dari musimpenghujan ke musim kemarau ataupun sebaliknya. Tetapi perubahan-perubahan ini tidak terlalu mempengaruhi kehidupan biota laut.
2.4. Iklim dan Curah Hujan
Suhu udara tercatat antara 260 – 29 0C, suhu maksimum 31,43 0C sedangkan suhu minimum 22,60 0C. Temperatur terpanas jatuh pada bulan Mei dan suhu terendah pada bulan Desember. Kecepatan angin berkisar antara 1,0-1,7 knot.
Curah hujan rata-rata mencapai 4.200,5 mm/tahun, dan kelembaban udara cukup tinggi yaitu sebesar 80%. Curah hujan berkisar antara 2.500-77—mm/tahun dengan jumlah hari hujan antara 132-267 hari hujan/tahun, sedangkan suhu berkisar antara 220 – 31 0C dengan kelembaban udara 82-85%.
2.5. Hidrologi
Air tanah yang dapat dimanfaatkan di Pulau Pieh adalah air tanah yang berupa resapan air hujan. Karena luasnya yang tidak terlalu besar air tanahnya berkadar garam tinggi.
2.6. Tata Guna Lahan
Pulau Pieh sampai saat ini belum mempunyai data tata guna lahan. Saat ini di Pulau Pieh baru ada satu pondok milik Pusat Studi Penelitian Perikanan Bung Hatta (PSPP-UBH) yang digunakan sebagai basecamp untuk memonitor Pulau Pieh. Di Pulau Pieh banyak tumbuh kelapa, dan pada bagian tengah Pulau Pieh tumbuh Nipah (Nypa frutican).
3. Potensi Sumberdaya Pesisir dan Lautan
Sumberdaya alam dapat pulih yang terdapat di Pulau Pieh meliputi mangrove, terumbu karang, padang lamun, rumput laut, sumberdaya perikanan dan bahan-bahan biotik.
3.1. Flora dan Fauna
Di Pulau Pieh flora dominan adalah kelapa dan Nipah (Nypa frutican). Pada Pulau Pieh tumbuhan ini merupakan tempat hidup bagi berbagai jenis burung dan satwa daratan lainnya. Beberapa jenis burung yang terdapat di Pulau Pieh antara lain, Elang Laut (Haliarctus leucogaster), Dara laut (Sterna sp.) , Pucung (Roko-roko), Barabah , Barau-barau (Cucak rawa) dan Burung Raou. Reptil yang dijumpai di Pulau Pieh antara lain Biawak (Varanus sp.), Penyu hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Erecmochelys imbricata).
3.2. Terumbu Karang
Terumbu Karang memiliki produktivitas dan keanekaragaman yang tinggi. Fungsi ekologisnya antara lain sebagai tempat pemijahan, pembesaran, tempat mencari makan, terumbu karang juga dipandang penting karena produk yang dihasilkan seperti ikan karang, ikan hias, udang, alga dan bahan-bahan bio-aktif.
Berdasarkan penelitian Kunzmann et. All (1994) presentase penutupan (percent over) kondisi terumbu karang di Pulau Pieh paling baik diantara 27 pulau/gosong yang diteliti oleh di perairan Sumatera Barat dengan persen cover rata-rata 76,6 %.
Disamping terumbu karang perairan Pieh juga sangat kaya dengan ikan karang, baik berupa ikan hias, maupun ikan konsumsi. Ikan hias laut di kawasan Pieh ini cukup potensial untuk didayagunakan, khususnya bagi wisata bawah air maupun objek penelitian.
Disamping ikan di Pieh juga dapat ditemui penyu, yaitu penyu hijau dan penyu sisik. Pualu Pieh merupakan lokasi bertelurnya penyu-penyu tersebut. Tahun 1997 dilaporkan antara 10-20 ekor penyu hijau bertelur setiap harinya. Penyu ini bertelur pada malam hari dari pukul 20.00 sampai 04.00.
3.3. Moluska dan Echinodermata (Binatang Berkulit Duri)
Potensi fauna akuatik di Perairan Pulau Pieh masih memiliki prospek baik untuk dikembangkan. Jenis-jenis hewan yang tergolong dalam Phylum Moluska antara lain keong, kerang, cumi-cumi. Moluska yang ditemukan di Pieh antara lain Kima raksasa (Giant clam). Biota lainnya seperti kepiting dan rajungan.
3.4. Jasa Lingkungan
Hamparan pantai berpasir putih di sepanjang pantai Pulau Pieh dan kondisi air yang cukup jernih merupakan perpaduan potensi lingkungan yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata laut. Kegiatan wisata pantai umumnya memanfaatkan keindahan lingkungan, antara lain kejernihan air laut, keindahan pasir pantai dan panorama lingkungan seperti sunset dan sunrise, serta mengintip penyu bertelur.
4. Upaya Pengelolaan dan Pengembangan
Untuk mencapai tujuan pengelolaan, maka kepada investor diberikan batasan kegiatan yang diizinkan seperti :
1.Konservasi
2.Budidaya laut seperti ; mutiara, ikan kerapu, kimah raksasa, lobster dan teripang.
3.Ekowisata dan
4.Basis penangkapan ikan.
Senin, 01 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar